Aurora
Aurora,
kata ini tak asing lagi di dengar oleh khalayak namun jangan salah, aurora yang
satu ini bukan tokoh fiksi dari film animasi Walt Disney. Aurora adalah
fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala di lapisan ionosfer
dari sebuah planet akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki
planet tersebut dengan partikel yang yang dipancarkan oleh matahari. Fenomena
alam ini terjadi di daerah sekitar Kutub Utara dan Kutub Selatan magnetiknya.
Medan
magnet berperan sangat besar pada terbentuknya aurora, hal ini yang menyebabkan
aurora paling sering terjadi di sekitar kutub utara dan kutub selatan
magnetiknya. Di daerah sebelah utara, Aurora yang muncul bernama Aurora
Borealis yang mengambil nama Dewi Fajar Rom, Aurora dan nama Yunani angin
utara, Boreas. Aurora Borealis terjadi di antara kisaran Maret, April, Oktober,
dan September. Berbeda lagi dengan di daerah sebelah selatan, aurora di sebelah
selatan dikenal dengan Aurora Australis yang mempunyai sifat yang serupa.
Aurora
Borealis paling sering disaksikan di Fairbanks, Alaska, dan beberapa lokasi di
Kanada Timur, Islandia dan Skandinavia Utara. Aurora australis
paling jarang terlihat karena aurora ini biasanya justru terlihat terang di
daerah yang jarang penduduknya. Aurora australis biasanya sering terlihat di
Australia pada siklus 11 tahun aktivitas titik matahari. Titik-titik matahari
maksimum berlangsung pada tahun 2000. Aurora
Australis pernah terlihat di Tasmania.
Selain
lokasi, cahaya dan polusi juga mempengaruhi kualitas aurora. Di Alaska, saat
terbaik untuk melihat aurora adalah pada bulan-bulan Maret dan September hingga
Oktober akhir. Saat itu langit dalam keadaan gelap dan cuacanya sangat cerah.
Pada musim panas, langit malam tidak terlalu gelap. Di sisi lain pada musim
dingin, dikarenakan udara yang sangat dingin mengganggu kenyamanan orang yang
ingin mengamatinya.
Aurora muncul dalam
berbagai bentuk yang berbeda-beda dan penampakannya pun berubah-ubah. Tahap
paling indah adalah saat tengah malam. Aurora juga membentuk pita-pita cahaya yang
umumnya berwarna hijau, kuning, biru atau merah tua. Warna-warna tersebut
dihasilkan oleh benturan partikel dan molekul atau atom yang berbeda. Warna-warna
yang kita lihat pada aurora bergantung pada gas di atmosfer yang bertumbukan
dengan partikel bermuatan yang dibawa oleh angin matahari.
Terdapat dua gas
utama yang sangat berpengaruh pada
pembentukan aurora. Yang pertama adalah karbon dioksida yang dapat menghasilkan
dua warna utama aurora yaitu hijau-kuning yang memiliki panjang
gelombang 557,7 nm, warna ini paling
sering terlihat,dan merah yang memiliki panjang gelombang 630 nm, namun warna
ini jarang terlihat. Yang kedua adalah nitrogen yang pada keadaan terionisasi akan menghasilkan
warna biru muda. Pada keadaan netral, molekul nitrogen menghasilkan warna merah
keunguan.
Keindahan aurora dapat dilihat dengan mata telanjang sama
seperti kita dapat melihat pelangi sehabis hujan. Karena keindahan dan
keunikannya, menjadikan aurora sebagai objek wisata yang dapat dipandang mata
pada waktu waktu tertentu. Aurora memiliki keindahan yang telah diakui oleh
banyak orang dari yang sudah melihat secara langsung maupun yang hanya melihat
lewat layar saja. Aurora tidak hanya muncul di panet bumi saja, tetapi juga muncul
di planet tata surya.
Comments
Post a Comment